| Ketersediaan: | |
|---|---|
| Kuantitas: | |
Untuk memudahkan pemahaman, dapat dibayangkan sebagai “katup periksa” elektronik:
Arah maju (terbuka): ketika tegangan diterapkan ke dioda dalam arah yang benar (elektroda positif dihubungkan ke potensial tinggi dan elektroda negatif dihubungkan ke potensial rendah), katup terbuka dan arus dapat mengalir dengan lancar.
Mundur (Tutup): Ketika tegangan diterapkan ke dioda dalam arah yang berlawanan, katup menutup dan arus tidak dapat mengalir (sebenarnya, terdapat arus bocor yang sangat kecil, yang biasanya dapat diabaikan).
Klasifikasi dan penerapan dioda
● Dioda Penyearah: Mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC), yang umum terjadi pada adaptor daya.
● Switching diode: mengacu pada '1' dan '0' dalam rangkaian digital dengan memanfaatkan kondisi konduksi dan cut-off, dan juga digunakan dalam rangkaian frekuensi tinggi.
● Dioda pengatur (dioda Zener): ia bekerja di zona kerusakan terbalik dan pada dasarnya dapat menjaga tegangan di kedua ujungnya tidak berubah ketika arus berubah. Ini digunakan untuk memberikan tegangan referensi yang stabil.
● Dioda pemancar cahaya (LED): ketika mengalir ke arah depan, elektron dan lubang digabungkan, dan kelebihan energi dilepaskan dalam bentuk cahaya. Banyak digunakan pada lampu indikator, penerangan dan layar.
● Fotodioda (PD): berbeda dengan LED, fotodioda menghasilkan arus lemah saat menyala, dan digunakan untuk sensor fotosensitif, penerima kendali jarak jauh, dll.
● Dioda Schottky: tegangan lebih rendah (sekitar 0,2-0,4V), kecepatan peralihan sangat cepat, biasa digunakan pada rangkaian frekuensi tinggi dan catu daya peralihan.